TRAINING INDUSTRIAL HYGIENE
DESKRIPSI TRAINING INDUSTRIAL HYGIENE
Training Industrial Hygiene sangat penting untuk meningkatkan kemampuan dalam mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengendalikan bahaya di lingkungan kerja. Pelatihan ini membantu perusahaan mencegah penyakit akibat kerja, mengurangi risiko kecelakaan, serta menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi seluruh pekerja. Selain itu, pelatihan ini juga meningkatkan kesadaran pekerja terhadap potensi paparan bahan kimia, fisik, dan biologis yang dapat membahayakan kesehatan.

Dengan pemahaman yang baik, perusahaan dapat menerapkan pengendalian risiko yang efektif sehingga produktivitas meningkat dan biaya kesehatan kerja dapat ditekan. Pelatihan ini menjadi investasi penting bagi keberlanjutan perusahaan dan perlindungan tenaga kerja di berbagai sektor industri di Indonesia modern saat ini
TUJUAN TRAINING INDUSTRIAL HYGIENE
- Meningkatkan pemahaman tentang konsep Industrial Hygiene
Peserta memahami prinsip dasar pengendalian bahaya kesehatan di lingkungan kerja. - Mengidentifikasi potensi bahaya di tempat kerja
Peserta mampu mengenali faktor risiko seperti bahan kimia, debu, kebisingan, getaran, dan faktor fisik lainnya. - Membekali kemampuan evaluasi risiko kesehatan kerja
Peserta dapat menilai tingkat paparan dan dampaknya terhadap kesehatan pekerja. - Meningkatkan kemampuan pengukuran lingkungan kerja
Peserta memahami metode pengukuran seperti sampling udara, kebisingan, dan pencahayaan. - Menentukan langkah pengendalian yang efektif
Peserta mampu menerapkan hirarki pengendalian risiko (eliminasi, substitusi, engineering, administrasi, APD). - Memahami standar dan regulasi K3 terkait kesehatan kerja
Peserta mengetahui peraturan nasional dan standar internasional yang berlaku. - Meningkatkan kemampuan analisis dan interpretasi data
Peserta dapat membaca dan mengevaluasi hasil pengukuran secara tepat. - Mendukung pencegahan penyakit akibat kerja
Peserta berperan dalam mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan di tempat kerja. - Meningkatkan dokumentasi dan pelaporan
Peserta mampu membuat laporan hasil pemantauan lingkungan kerja secara sistematis. - Menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat
Peserta berkontribusi dalam meningkatkan produktivitas melalui perlindungan kesehatan pekerja.
MATERI TRAINING INDUSTRIAL HYGIENE
1. Pengantar Industrial Hygiene
- Definisi dan ruang lingkup Industrial Hygiene
- Tujuan dan manfaat dalam K3
- Peran hygienist di tempat kerja
- Hubungan dengan Occupational Safety and Health Administration (OSHA) dan World Health Organization (WHO)
2. Identifikasi Bahaya (Hazard Identification)
- Jenis bahaya:
- Kimia (gas, uap, debu, asap)
- Fisika (kebisingan, getaran, suhu, radiasi)
- Biologi (bakteri, virus, jamur)
- Ergonomi
- Sumber paparan di tempat kerja
- Proses hazard mapping
3. Penilaian Risiko (Risk Assessment)
- Konsep exposure (paparan)
- Metode penilaian risiko
- Pengukuran tingkat bahaya
- Penentuan prioritas pengendalian
4. Pengukuran dan Monitoring Lingkungan Kerja
- Teknik sampling udara
- Pengukuran kebisingan (sound level meter)
- Pengukuran pencahayaan (lux meter)
- Monitoring suhu & kelembaban
- Interpretasi hasil pengukuran
5. Nilai Ambang Batas (NAB)
- Konsep Threshold Limit Value (TLV)
- Standar dari American Conference of Governmental Industrial Hygienists
- Perbandingan dengan standar nasional (Permenaker Indonesia)
6. Pengendalian Bahaya (Hazard Control)
- Hirarki pengendalian:
- Eliminasi
- Substitusi
- Engineering control
- Administrative control
- APD (Alat Pelindung Diri)
- Contoh implementasi di industri
7. Alat Pelindung Diri (APD)
- Jenis APD:
- Respirator
- Pelindung telinga
- Sarung tangan
- Kacamata keselamatan
- Pemilihan dan penggunaan yang benar
- Perawatan APD
8. Toksikologi Industri
- Jalur masuk zat berbahaya (inhalasi, ingestsi, kontak kulit)
- Efek akut vs kronis
- Dose-response relationship
- Konsep LD50
9. Ergonomi Industri
- Prinsip dasar Ergonomics
- Postur kerja yang benar
- Pencegahan musculoskeletal disorders (MSDs)
- Desain tempat kerja
10. Higiene Industri Spesifik
- Pengendalian debu dan bahan kimia
- Higiene di industri makanan & farmasi
- Higiene di laboratorium
11. Program Higiene Industri
- Penyusunan program IH
- Audit dan inspeksi
- Dokumentasi dan pelaporan
- Continuous improvement
12. Regulasi dan Standar
- Peraturan K3 di Indonesia
- Sistem Manajemen K3 (SMK3)
- Standar internasional (ISO, OSHA)
13. Studi Kasus dan Praktik Lapangan
- Analisis kasus nyata
- Simulasi pengukuran
- Evaluasi dan diskusi
PESERTA TRAINING INDUSTRIAL HYGIENE
1. Petugas K3 / HSE (Health, Safety, Environment)
Mereka adalah peserta utama karena bertugas mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengendalikan bahaya di tempat kerja.
2. Supervisor dan Manajer Operasional
Terutama di industri manufaktur, migas, tambang, dan konstruksi, karena mereka mengawasi proses kerja yang berisiko.
3. Engineer (Process, Chemical, Mechanical, dan Industrial Engineer)
Untuk memahami potensi paparan bahaya dari proses, mesin, atau bahan kimia di sistem kerja.
4. Teknisi Laboratorium dan Quality Control
Karena sering berhadapan dengan bahan kimia, sampel, atau lingkungan kerja yang berisiko paparan.
5. Dokter dan Tenaga Kesehatan Kerja (Occupational Health)
Untuk memahami hubungan antara paparan di tempat kerja dan dampaknya terhadap kesehatan pekerja.
6. HR dan Personel Pengelola SDM (di industri tertentu)
Agar dapat mendukung kebijakan kesehatan kerja dan program pencegahan risiko.
INSTRUKTUR/ TRAINER TRAINING ERGONOMI INDUSTRI JAKARTA
Pelatihan ini akan diberikan oleh Trainer dari kalangan Praktisi, Akademisi dan Konsultan berpengalaman di bidangnya masing-masing. Sebelum pelatihan berlangsung Anda juga dapat berkomunikasi dengan tim training kami untuk menentukan outcome/ kompetensi yang ingin Anda capai setelah mengikuti pelatihan ini.
METODE TRAINING TEKNIK SAMPLING UDARA BANDUNG
Materi yang akan disampaikan dalam training menggunakan metode yang terdiri dari presentasi 20% , Diskusi 20%, dan Praktek kurang lebih 60 % dari keseluruhan materi pelatihan yang akan disampaikan oleh pemateri kami. Namun jika dirasa metode ini kurang tepat untuk Tim dan Perusahaan Anda, tidak perlu sungkan untuk mendiskusikan hal ini kepada tim training kami sehingga kompetensi yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan Perusahaan tempat Anda bekerja.
LOKASI TRAINING SISTEM MANAJEMEN K3 BALI
Training ini dilaksanakan di beberapa kota-kota besar di Indonesia seperti Ibukota DKI Jakarta, Bandung, Bali, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Lombok dan juga kota Batam. Jika Anda membutuhkan pelatihan di kota lain silahkan menghubungi tim marketing kami.
JADWAL TRAINING HSELEARNING CENTER TAHUN 2026
- Januari : 20 – 21 Januari 2026
- Februari : 24 – 25 Februari 2026
- Maret : 05 – 06 Maret 2026
- April : 23 – 24 April 2026
- Mei : 19 – 20 Mei 2026
- Juni : 23 – 24 Juni 2026
- Juli : 23 – 24 Juli 2026
- Agustus : 27 – 28 Agustus 2026
- September : 15 – 16 September 2026
- Oktober : 20 – 21 Oktober 2026
- November : 17 – 18 November 2026
- Desember : 15 – 16 Desember 2026
Jadwal tersebut juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta
INVESTASI TRAINING SISTEM MANAJEMEN K3 ONLINE TAHUN INI :
Investasi pelatihan selama tiga hari tersebut menyesuaikan dengan jumlah peserta (on call). *Please feel free to contact us.
Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan.
Fasilitas Pelatihan untuk Paket Group
(Minimal 2 orang peserta dari perusahaan yang sama):
- FREE Airport pickup service (Gratis Antar jemput Hotel/Bandara)
- FREE Transportasi Peserta ke tempat pelatihan .
- Module / Handout
- FREE Flashdisk
- Sertifikat
- FREE Bag or bagpack (Tas Training)
- Training Kit (Dokumentasi photo, Blocknote, ATK, etc)
- 2xCoffe Break & 1 Lunch, Dinner
- FREE Souvenir Exclusive
Jadwal Pelatihan masih dapat berubah, mohon untuk tidak booking transportasi dan akomodasi sebelum mendapat konfirmasi dari Marketing kami. Segala kerugian yang disebabkan oleh miskomunikasi jadwal tidak mendapatkan kompensasi apapun dari kami.