Tips Praktis Agar Temuan Audit OHSAS Tidak Membuat Panik

Audit OHSAS (Occupational Health and Safety Assessment Series) menjadi momen penting untuk menilai sistem keselamatan kerja perusahaan. Saat audit selesai, perusahaan sering menghadapi temuan audit yang bisa menimbulkan rasa cemas atau panik.
Temuan audit bukanlah ancaman, melainkan masukan untuk meningkatkan sistem K3. Memahami temuan, mengelola respon, dan menindaklanjuti dengan tepat membuat perusahaan tetap tenang dan sistem OHSAS berkembang.
Artikel ini membahas jenis temuan audit OHSAS, cara menindaklanjuti temuan secara sistematis, strategi pencegahan agar temuan tidak berulang, dan tips menghadapi auditor tanpa panik.
Jenis Temuan Audit OHSAS
Temuan audit OHSAS biasanya dibagi menjadi beberapa kategori, yang perlu dipahami agar perusahaan dapat menanggapinya dengan tepat:
- Non-Konformitas Kritis
Ini adalah pelanggaran serius terhadap standar OHSAS yang berpotensi menimbulkan risiko besar bagi karyawan atau operasional. Contoh: prosedur keselamatan tidak diterapkan sama sekali, APD tidak tersedia di area berisiko tinggi, atau insiden berulang tidak ditindaklanjuti. - Non-Konformitas Minor
Pelanggaran ini relatif kecil dan biasanya tidak langsung membahayakan. Contoh: dokumen prosedur yang belum diperbarui, catatan pelatihan tidak lengkap, atau tanda peringatan yang kurang jelas. - Peluang Perbaikan (Opportunity for Improvement)
Temuan ini bukan pelanggaran, melainkan rekomendasi untuk meningkatkan sistem. Misalnya, menyederhanakan prosedur, meningkatkan frekuensi pelatihan, atau menambahkan checklist harian untuk monitoring risiko. - Praktik Baik (Best Practice)
Auditor juga mencatat praktik yang sudah sangat baik sebagai benchmark. Contoh: penggunaan sistem digital untuk monitoring risiko atau pelatihan berbasis simulasi yang efektif.
Memahami jenis temuan ini membantu perusahaan menilai urgensi tindakan, memprioritaskan perbaikan, dan merencanakan tindak lanjut dengan strategi yang tepat.
Cara Menindaklanjuti Temuan
Menindaklanjuti temuan audit secara sistematis adalah kunci agar perusahaan dapat menghadapi audit tanpa panik. Berikut langkah-langkah praktis:
- Evaluasi Temuan Secara Objektif
Pisahkan temuan menjadi kategori kritis, minor, dan peluang perbaikan. Evaluasi risiko dari setiap temuan dan tentukan prioritas tindakan. - Tentukan Tanggung Jawab dan Jadwal
Setiap temuan harus memiliki penanggung jawab dan tenggat waktu penyelesaian. Tim K3 bersama manajemen perlu mengawasi progres perbaikan. - Rencanakan Tindakan Korektif
Buat rencana konkret untuk menutup temuan, termasuk langkah teknis, perubahan prosedur, atau pelatihan tambahan. Misalnya, jika ditemukan penggunaan APD yang tidak konsisten, rencanakan pelatihan ulang dan inspeksi rutin. - Dokumentasikan Semua Langkah
Catat semua tindakan korektif dan bukti pelaksanaan. Dokumentasi ini akan menjadi referensi saat audit lanjutan dan memudahkan evaluasi efektivitas tindakan. - Komunikasikan dengan Auditor dan Tim Internal
Berikan laporan progres kepada auditor jika diperlukan, dan pastikan tim internal memahami langkah perbaikan. Komunikasi yang transparan menunjukkan komitmen perusahaan terhadap keselamatan. - Tindak Lanjut Berkelanjutan
Audit bukan titik akhir. Temuan harus diikuti dengan monitoring rutin agar tindakan korektif tetap efektif dan tidak terjadi pengulangan kesalahan.
Dengan langkah-langkah ini, perusahaan dapat menghadapi temuan audit dengan sistematis, mengurangi kepanikan, dan meningkatkan kepercayaan tim K3 serta manajemen terhadap sistem OHSAS.
Pencegahan Temuan Berulang
Mencegah temuan audit berulang sama pentingnya dengan menindaklanjuti temuan. Strategi pencegahan meliputi:
- Evaluasi Prosedur dan Dokumentasi
Periksa apakah prosedur K3 sesuai praktik lapangan dan selalu diperbarui. Dokumentasi yang rapi meminimalkan risiko temuan non-konformitas. - Pelatihan Berkala dan Refresher Training
Pastikan seluruh karyawan mendapatkan pelatihan OHSAS sesuai risiko pekerjaan mereka. Pelatihan berkala menjaga pemahaman karyawan tetap tinggi. - Monitoring dan Inspeksi Rutin
Audit internal, inspeksi lapangan, dan checklist harian membantu menemukan potensi masalah sebelum auditor eksternal menilai. - Integrasi Sistem K3 dalam Operasional
K3 harus menjadi bagian dari workflow sehari-hari. Integrasi prosedur OHSAS ke dalam aktivitas rutin memastikan kepatuhan alami tanpa memaksa. - Mendorong Budaya Keselamatan
Budaya keselamatan yang kuat membuat karyawan proaktif dalam mengidentifikasi risiko, melaporkan near miss, dan mematuhi prosedur tanpa harus diawasi ketat. - Pemanfaatan Teknologi
Gunakan sistem digital untuk catatan, pelaporan insiden, dan monitoring kepatuhan. Teknologi memudahkan tim K3 menindaklanjuti masalah dengan cepat. - Review Hasil Audit Sebelumnya
Evaluasi temuan dari audit sebelumnya dan pastikan tindakan korektif sudah diimplementasikan. Hal ini mengurangi risiko temuan berulang.
Dengan strategi pencegahan ini, perusahaan dapat menurunkan frekuensi temuan audit dan membangun sistem OHSAS yang lebih solid.
Kesimpulan
Temuan audit OHSAS bukanlah ancaman, melainkan kesempatan untuk meningkatkan sistem keselamatan kerja perusahaan. Memahami jenis temuan dari non-konformitas kritis hingga peluang perbaikan membantu perusahaan menentukan prioritas tindakan.
Menindaklanjuti temuan secara sistematis, menetapkan tanggung jawab, menyusun rencana korektif, mendokumentasikan semua langkah, dan berkomunikasi dengan tim internal serta auditor membuat perusahaan menghadapi audit dengan percaya diri.
Pencegahan temuan berulang melalui evaluasi prosedur, pelatihan berkala, monitoring rutin, budaya keselamatan, dan pemanfaatan teknologi menjadikan OHSAS lebih efektif dan berkelanjutan.
Dengan pendekatan yang tepat, audit OHSAS tidak menakutkan, melainkan menjadi alat perusahaan untuk menekan risiko kecelakaan, meningkatkan kepatuhan, dan membangun budaya keselamatan yang kuat.
Optimalkan penerapan OHSAS agar benar-benar menekan risiko kecelakaan kerja di perusahaan Anda. Klik tautan ini untuk melihat jadwal terbaru dan penawaran spesial pelatihan OHSAS yang fokus pada implementasi praktis dan kepatuhan K3.
Referensi
- British Standards Institution (BSI). OHSAS 18001: Occupational Health and Safety Management Systems – Requirements.
- International Labour Organization (ILO). Guidelines on Occupational Safety and Health Management Systems.
- ISO. ISO 45001: Occupational Health and Safety Management Systems – Requirements with Guidance for Use.
- Hughes, P., & Ferrett, E. Introduction to Health and Safety at Work. Routledge.
- Goetsch, D. L. Occupational Safety and Health for Technologists, Engineers, and Managers. Pearson.